Dari Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Sa'id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?", lalu Sa'id menjawab :"Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah"

[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].



APAKAH WAJIB MENTAATI LAMPU MERAH ?

Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : , ,

Sudah di lihat :



Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah no 15752

س: هل تجاوز الإشارة المرورية وغيرها من المخالفات مثل تجاوز السرعة داخل المدن أو خارجها والوقوف غير النظامي خاصة في وقت الصلاة وتعطيل الآخرين بسبب أو بدون سبب وغير ذلك من المخالفات المرورية- هل هي محرمة شرعا أم مكروهة؟ أفتونا مشكورين، وجزاكم الله خيرا

Pertanyaan, “Apakah melanggar lampu merah dan pelanggaran lalu lintas yang lain semisal melanggar batas maksimal kecepatan di dalam kota atau di luar kota, parkir yang tidak teratur terutama ketika waktu shalat, menghalangi kendaraan lain dengan sebab ataupun tanpa sebab hukumnya haram ataukah makruh?”

ج: الأنظمة المرورية وضعت للمصلحة العامة للمسلمين والواجب على عموم السائقين أن يراعوا تلك الأنظمة؛

Jawaban Lajnah Daimah, “Peraturan lalu lintas dibuat untuk mewujudkan kemaslahatan yang besar bagi kaum muslimin oleh karena itu WAJIB hukumnya bagi para pengendara untuk mematuhi aturan-aturan tersebut.


لأن في مراعاتها مصلحة للناس، وفي مخالفتها يحصل كثير من الحوادث والأذى للآخرين، ويترتب عليها مفاسد أخرى،

Dengan mematuhi peraturan lalu lintas kemaslahatan untuk banyak orang akan terwujud. Pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas menyebabkannya terjadinya berbagai kecelakaan lalu lintas dan mengganggu pengguna jalan yang lain serta menimbulkan berbagai keburukan.

وأما الوقوف قرب المساجد زمنا محدودا بدون مضايقة لأحد مما تعارف عليه الناس فنرجو ألا حرج في ذلك إن شاء الله.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Sedangkan memarkirkan kendaraan di dekat masjid dalam waktu yang tidak lama dan menurut urf (pandangan masyarakat) hal itu tidak mengganggu pengguna jalan yang lain maka hukumnya insya Allah adalah tidak mengapa (baca: mubah)”.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عبد العزيز بن عبد الله بن باز الرئيس
عبد الله بن غديان عضو
صالح الفوزان عضو
عبد العزيز آل الشيخ عضو
بكر أبو زيد عضو

Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua Lajnah Daimah dan Syaikh Abdullah bin Ghadayan, Syaikh Sholih al Fauzan, Syaikh Abdul Aziz Alu Syeikh dan Syaikh Bakr Abu Zaid seluruhnya sebagai anggota.

الجزء رقم : 23، الصفحة رقم 469

Fatwa ini bisa dibaca di buku Fatawa Lajnah Daimah juz 23 hal 469
Sumber: Fatwa Al Lajnah Ad Daimah


Artikel  : www.ustadzaris.com 
Sumber : http://ustadzaris.com/apakah-wajib-menaati-lampu-merah


Share

Comments (0)

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.